Panen Ikan Lele di Sidadi II Jadi Bukti Potensi Peningkatan Ekonomi Rakyat Tapsel

Teguh Adi Putra - Rabu, 14 Oktober 2026 19:00 WIB
Panen Ikan Lele di Sidadi II Jadi Bukti Potensi Peningkatan Ekonomi Rakyat Tapsel
Bupati H Gus Irawan Pasaribu ketika hadiri panen ikan lele di Sidadi ll Batang Angkola Tapsel
bulat.co.id, TAPSEL - Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Gus Irawan Pasaribu berkomitmen memperkuat Program Seribu Kolam, sebagai langkah strategis mewujudkan swasembada ikan, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri panen ikan lele Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Simbur Magodang di Desa Sidadi II, Kecamatan Batang Angkola, Rabu (14/10/2026).

H Gus Irawan dalam arahannya menekankan potensi perikanan Tapsel masih sangat besar, dan perlu dioptimalkan agar kebutuhan ikan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri. Program Seribu Kolam bukan sekadar pembangunan sarana budidaya, melainkan gerakan ekonomi produktif yang harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Program Seribu Kolam itu sebenarnya merupakan upaya mewujudkan swasembada ikan. Pasarnya masih terbuka luas. Karena itu, program ini harus terus berjalan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," ucapnya.

H Gus Irawan menerangkan produksi ikan Tapsel terus menunjukkan perkembangan. Jika sebelumnya produksi baru sekitar 7.500 ton per tahun, kini telah meningkat menjadi sekitar 8.700 ton per tahun. Namun demikian, angka tersebut masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang diperkirakan mencapai 15.000 ton per tahun.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi peluang bagi pembudidaya ikan untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar. Hasil budidaya diharapkan dapat memasok kebutuhan rumah tangga, rumah makan, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jika kebutuhan ikan masyarakat masih lebih besar daripada produksi kita, berarti peluang pasarnya masih sangat terbuka. Inilah yang harus kita manfaatkan untuk meningkatkan pendapatan pembudidaya dan menggerakkan ekonomi masyarakat," terangnya.

Ketua Pokdakan Simbur Magodang, Rahman Tahir dalam laporannya menyampaikan, bahwa pada 23 Juli 2026 lalu kelompoknya menerima bantuan 15.000 benih ikan lele. Dari penebaran tersebut, kelompok telah memanen sekitar 560 kg, dengan tambahan panen pada kegiatan tersebut sekitar 200 kg, dan sisa hasil budidaya diperkirakan sekitar 150 kg.

Dengan demikian, total hasil panen diperkirakan mendekati 1 ton, meskipun masih di bawah target awal sebesar 1,3 ton. Kendala cuaca dan tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir, diduga memicu penyakit ikan sehingga memengaruhi hasil produksi.

Rahman mengungkapkan, usaha budidaya ikan yang telah ditekuninya selama 6 tahun itu, baru mulai beroperasi lebih optimal dalam 2 tahun terakhir terakhir semenjak adanya program seribu kolam. Dan mengalami dampak banjir bandang sebanyak 2 kali.

Sebelum menerima dukungan pemerintah, ia hanya memiliki dua kolam. Melalui bantuan program pemerintah, jumlah kolam yang dikelolanya kini bertambah menjadi delapan kolam. Hasil budidayanya telah membantu menopang kebutuhan keluarga, bahkan menjadi salah satu sumber penghidupan memungkinkan dirinya memiliki rumah dan memenuhi kebutuhan lainnya.

Dari hasil panen sebelumnya, kelompok juga telah mampu membeli kembali sekitar 10.000 benih ikan untuk melanjutkan siklus produksi secara mandiri.

"Atas dukungan bapak Bupati, kami sangat berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi perkembangan usaha kami. Kami siap terus mendukung Program Seribu Kolam agar budidaya ikan di Tapsel semakin maju," tuturnya.

Kadis Perikanan Tapsel, Syaiful AP Nasution, dalam laporannya menjelaskan bahwa Pokdakan Simbur Magodang merupakan salah satu kelompok yang menjadi bagian dari pelaksanaan Program Seribu Kolam. Selain bantuan 15.000 benih, kelompok juga menggunakan sekitar 45 sak pakan dengan total berat kurang lebih 1,2 ton. Hasil panen yang telah dicapai menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan berpotensi menjadi sumber penghasilan berkelanjutan apabila dikelola dengan baik.

Ia mencontohkan Rahman Tahir sebagai pembudidaya yang mampu mengembangkan usaha secara bertahap. Salah satu upayanya ialah memanfaatkan pakan alternatif untuk menekan biaya produksi, mengingat harga pakan pabrikan masih menjadi tantangan utama bagi pembudidaya ikan.

Syaiful menambahkan bahwa optimalisasi kolam dan pengembangan kolam bundar terus dilakukan. Pada 2026, terdapat 110 kolam yang dioptimalkan serta sekitar 40 kolam bundar yang dikembangkan. Dengan capaian sebelumnya, jumlah kolam yang terdata telah melampaui 1.100 unit.

Ke depan, Dinas Perikanan Tapsel akan mendorong percepatan produksi, agar hasil budidaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk untuk memasok dapur MBG, rumah makan, serta mendukung kemandirian pangan di desa dan kecamatan.

Sementara, tokoh masyarakat Desa Sidadi II, Panyahatan Hasibuan, mengapresiasi atas perhatian Pemkab Tapsel terhadap pengembangan budidaya ikan melalui Program Seribu Kolam.

Diharapkannya program tersebut terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaatnya. Dalam kesempatan itu, ia juga mengusulkan pembangunan jalan usaha tani di sepanjang aliran sungai Sidadi untuk mempermudah akses masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi dan mengangkut hasil usaha.

Giat tersebut turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Batang Angkola, Kades Sidadi II, jajaran Dinas Perikanan Tapsel, kepala bidang dan penyuluh perikanan lapangan (PPL), tokoh masyarakat, pengurus dan anggota Pokdakan Simbur Magodang serta pejabat lainnya.

Penulis
: Suhut Gultom
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru