35 Ribu Calon Pengelola Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih Akan Ikuti Latsarmil Komcad

Rahman - Rabu, 17 Juni 2026 17:21 WIB
35 Ribu Calon Pengelola Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih Akan Ikuti Latsarmil Komcad
ANTARA FOTO/Fauzan
Ilustrasi: Latihan dasar kemiliteran komponen cadangan (komcad).
bulat.co.id| Jakarta - Sebanyak 35.476 peserta yang terdiri atas calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). Dari jumlah tersebut, sekitar 30.000 orang merupakan calon pengelola KDKMP, sementara 5.476 lainnya berasal dari KNMP.


Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa program pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek kemiliteran, tetapi juga dibarengi dengan pembekalan manajerial serta peningkatan kompetensi yang relevan dengan pengelolaan koperasi dan kampung nelayan.


Menurut Rico, pelaksanaan pelatihan direncanakan berlangsung di 67 satuan pendidikan (Satdik) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Materi kedisiplinan dan bela negara akan diberikan selama 30 hari, kemudian peserta akan mengikuti pelatihan manajerial selama 15 hari yang disusun bersama kementerian teknis terkait.


Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM Kemhan), Ketut Gede Wetan Pastia, memimpin upacara pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program KDKMP dan KNMP di Lanud Halim Perdanakusuma pada Rabu (17/6/2026).


Dalam amanat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Tri Budi Utomo, yang dibacakan Ketut, disebutkan bahwa program SPPI merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat, integritas, disiplin, kemampuan kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.


Melalui kombinasi pendidikan dasar kemiliteran dan pembekalan manajerial, para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan ekonomi masyarakat sekaligus berperan dalam memperkuat ketahanan nasional. Para peserta juga diminta mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan bela negara.


Pemerintah menargetkan program ini dapat melahirkan lulusan SPPI yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat. Selain itu, lulusan program tersebut diharapkan siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung penguatan ketahanan nasional.

Penulis
: Rahman
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru