Wabup Tapsel Buka Penanaman Perdana Dalam Program KKM di Tantom Angkola

Teguh Adi Putra - Kamis, 25 Juni 2026 07:00 WIB
Wabup Tapsel Buka Penanaman Perdana Dalam Program KKM di Tantom Angkola
Wabup H Jafar Syahbuddin Ritonga foto bersama, dengan peserta penanam perdana Agroforestri pada program KKM, di Desa Kota Tua dan Desa Simaninggir.
bulat.co.id, TAPSEL - Wakil Bupati (Wabup) Tapanuli Selatan (Tapsel), H Jafar Syahbuddin Ritonga membuka kegiatan Penanaman Perdana Agroforestri dalam Program Kesepakatan Konservasi Masyarakat (KKM), di Desa Kota Tua dan Desa Simaninggir, Kecamatan Tantom Angkola, Tapsel. Selasa (23/6/2026).

Giat ini bagian dari upaya pemulihan lingkungan pascabencana banjir bandang, yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu, dan upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan tanaman produktif berbasis konservasi.

Wabup Jafar dalam sambutannya menyampaikan salam dan permohonan maaf, dari Bupati Tapsel H Gus Irawan Pasaribu yang berhalangan hadir sebab tugas kedinasan lainnya. Dimana, Pemkab Tapsel selalu berkomitmen mendukung program-program yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan.

"Peningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan, merupakan visi kami. Maka, program agroforestri, konservasi seperti ini akan terus kami dukung," sebutnya.

Pemda berharap warga dapat memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif, melalui pola agroforestri yang ramah lingkungan, dan pentingnya semua pihak untuk menjaga ke seimbangan aktivitas ekonomi dan pelestarian alam.

Wabup H Jafar juga menjelaskan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang tengah dijalankan Pemkab Tapsel, di antaranya Gerakan 10.000 Hektare Jagung dan Gerakan 1.000 Kolam Ikan. Program tersebut bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi yang selama ini membebani sebagian warga.

"Melalui program KUR Berkah dengan bunga nol persen hingga akhir tahun 2026, masyarakat memiliki akses pembiayaan yang lebih mudah untuk mengembangkan usaha produktif. Kami ingin masyarakat terlepas dari jeratan rentenir dan memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan," jelasnya.

Camat Tantom Angkola Indra Sakti Siregar dikesempatannya mengatakan program konservasi adalah semangat kebersamaan, meminimalisir risiko bencana di masa mendatang. Dan, ada tiga kelompok Kesepakatan Konservasi Masyarakat di Desa Kota Tua dan dua kelompok di Desa Simaninggir yang akan terlibat dalam kegiatan penanaman.

"Ada 119 pemilik lahan terlibat dalam program ini. Diharapkannya kerja sama antara warga, Pemda, dan Conservation Indonesia, dapat terus berlanjut demi menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga," ujarnya.

Kepala Yayasan Observasi Konservasi, Isner Manalu, menerangkan, bahwa program ini diawali dengan penandatanganan dokumen Kesepakatan Konservasi Masyarakat antara warga dan Pemkab yang difasilitasi oleh Conservation Indonesia.

Melalui kesepakatan tersebut, masyarakat berkomitmen menjaga kawasan lingkungan dan tidak lagi melakukan pembukaan hutan, melainkan mengembangkan sistem agroforestri pada lahan Areal Penggunaan Lain (APL)

Diungkapkannya, bahwa hingga saat ini telah tersedia sekitar 40.000 bibit kakao unggul, 10.000 bibit kemiri, serta sekitar 6.000 bibit tanaman buah-buahan seperti alpukat, petai, dan jenis tanaman produktif lainnya yang siap ditanam oleh masyarakat.

"Kiranya, melalui agroforestri ini masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari tanaman yang ditanam, sekaligus menjaga lingkungan agar tetap lestari dan terhindar dari bencana di masa mendatang," tuturnya.

Kades Kota Tua, Pinder Siburian, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tapsel, Conservation Indonesia, dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian ke warga pascabencana.

Diharapkannya program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan yang menjadi sumber kehidupan warga.

Dalam penanaman perdana agroforestri, Wabup H Jafar berharap agar program tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat Kecamatan Tantom Angkola dan Kabupaten Tapsel secara umum.

"Diharapkan program ini menjadi langkah nyata dalam menjaga alam, mencegah bencana, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ucapnya.

Hadir pada giat tersebut, Forkopimcam, perwakilan Conservation Indonesia, Kadis Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, para Kades, tokoh masyarakat, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta warga Desa Kota Tua dan Simaninggir.

Penulis
: Suhut Gultom
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru