Pemkab Tapsel Dukung Program Desa Binaan USU Tahun 2026

Teguh Adi Putra - Senin, 15 Juni 2026 19:45 WIB
Pemkab Tapsel Dukung Program Desa Binaan USU Tahun 2026
Wabup H Jafar Syahbuddin Ritonga ketika menyampaikan sambutannya pada Program Desa Binaan USU Tahun 2026.
bulat.co.id, TAPSEL - Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel), mendukung peluncuran Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Desa Binaan Universitas Sumatera Utara (USU) Tahun 2026 dengan tema "USU Peduli : Pengabdian Pascabencana Hidrometeorologi Melalui Penataan Lingkungan dan Pengembangan UMKM di Kabupaten Tapanuli Selatan" yang digelar di Aula Kantor Camat Batang Toru, Senin (15/6/2026)

Wakil Bupati (Wabup) Tapsel, H Jafar Syahbuddin Ritonga mewakili Bupati Tapsel, H Gus Irawan Pasaribu dalam sambutannya, mengapresiasi dan berterimakasih ke USU, yang telah memilih Tapsel sebagai lokasi program pengabdian masyarakat

"Kehadiran USU menjadi bukti nyata bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak," ucapnya.

Diungkapkannya, bahwa bencana hidrometeorologi yang melanda Tapsel pada 25 November 2025 berdampak sangat luas. Dari 15 kecamatan yang ada, sebanyak 14 kecamatan terdampak bencana dengan korban jiwa mencapai 95 orang serta kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian yang cukup besar.

Dimana, Pemkab Tapsel tidak mungkin bekerja sendiri dalam proses pemulihan daerah. Karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi, lembaga sosial, NGO, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kebutuhan yang sangat penting.

"Kami tidak akan sanggup membangun Tapsel sendirian. Kami membutuhkan kolaborasi dan dukungan semua pihak. Karena itu kami menyambut baik program USU Peduli, yang tidak hanya fokus pada penataan lingkungan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Sedangkan Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat (PKM) USU Desa Muara Hutaraja, Dr Oding Affandi SHut MP menjelaskan, bahwa program Desa Binaan USU merupakan kegiatan berkelanjutan yang akan dilaksanakan selama tiga tahun melalui pendampingan langsung ke warga.

Dan, program di Desa Aek Ngadol difokuskan pada revitalisasi pertanian pascabencana, UMKM berbasis potensi lokal, penanaman bibit produktif, kegiatan literasi, hingga pendampingan psikososial masyarakat. USU juga telah menyalurkan bantuan berupa dua unit hand tractor untuk mendukung pemulihan sektor pertanian di Desa Aek Ngadol.

"Program ini bukan kegiatan seremonial semata. Kami akan terus melakukan pendampingan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya dalam jangka panjang," jelasnya.

Sementara, Ketua Forum Masyarakat Peduli Literasi Indonesia, Dr Agus Marwan SIP MSP menyerahkan bantuan sebanyak 400 buku bacaan kepada masyarakat sebagai upaya mendukung peningkatan budaya literasi di desa-desa binaan.

Bantuan tersebut terdiri dari buku cerita anak, buku pendidikan karakter, motivasi, keterampilan, serta buku-buku keagamaan yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melalui perpustakaan desa maupun rumah baca.

Kegiatan ditandai dengan peluncuran resmi Program Pengabdian Kepada Masyarakat Desa Binaan USU Tahun 2026 serta penyerahan berbagai bantuan secara simbolis kepada masyarakat Desa Aek Ngadol dan Desa Muara Hutaraja.

Giat tersebut dihadiri Kalaksa BPBD Tapsel, Plt Kadis Lingkungan Hidup, Dekan Fakultas Pertanian UGN, Dr Angelia Utari Harahap SPt MPt, unsur akademisi USU, Forum Masyarakat Peduli Literasi Indonesia, para Kades, tokoh masyarakat, serta warga dari Desa Aek Ngadol dan Desa Muara Hutaraja.

Penulis
: Suhut Gultom
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru