bulat.co.id, TAPSEL - Bupati
Tapanuli Selatan (Tapsel), H
Gus Irawan Pasaribu mengajak seluruh anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman serta pengamalan nilai-nilai agama sebagai benteng keluarga dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Hal itu disampaikannya saat memberikan bimbingan dan arahan pada
Pengajian Akbar Bulanan
BKMT Kecamatan Batang Toru, di Desa Perkebunan Sigala-gala, Batang Toru, Kamis (20/8/2026).
Giat ini dihadiri Ketua TP PKK Tapsel, Ny Murni Gus Irawan Pasaribu, Ketua BKMT Tapsel, Rosmayanti Ritonga, Forkopimcam Batang Toru, para Kades dan Lurah, tokoh agama, Ketua MUI, Ketua BKMT Batang Toru, pengurus dan anggota BKMT, perwakilan Baznas dan warga.
H Gus Irawan pada arahannya, menyampaikan rasa syukur karena dapat kembali hadir dan bersilaturahmi bersama masyarakat melalui kegiatan pengajian BKMT. Dimana, pengajian bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.
"Saya selalu senang dan bahagia bersama ibu-ibu BKMT. Setiap ada kesempatan pengajian akbar, rasanya ingin selalu hadir," tuturnya.
Kiranya giat ini berkelanjutan dan jangkauannya semakin luas, yang melibatkan kaum bapak sehingga pembinaan keagamaan dapat semakin kuat di lingkungan keluarga. Kemajuan zaman membawa berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Karena itu, pemahaman dan pengamalan agama perlu diperkuat agar masyarakat mampu menjaga keluarga, khususnya anak-anak dan generasi muda, dari berbagai pengaruh negatif.
Bupati juga mendorong program pembiayaan pertanian, peternakan, serta usaha mikro agar dapat menjangkau masyarakat, yang selama ini belum memperoleh akses pembiayaan perbankan. Menurutnya, kegiatan pertanian produktif dapat menjadi salah satu jalan, untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Sementara dalam tausiah yang disampaikan Ustadz Ruslan Hasibuan, jamaah diajak meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui kepedulian terhadap anak yatim. Juga kisah tentang seorang anak yatim pada zaman Rasulullah SAW yang mengalami kesedihan karena kehilangan orang tuanya. Kisah tersebut menjadi pengingat agar umat Islam tidak berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim, melainkan memberikan perhatian, kasih sayang, perlindungan, dan memenuhi kebutuhan mereka. Dimana, menyayangi anak yatim merupakan bagian dari ajaran Rasulullah SAW yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.