Pemulangan Jemaah Haji Diwarnai Delay, Menhaj Beri Teguran ke Maskapai

Rahman - Sabtu, 06 Juni 2026 18:13 WIB
Pemulangan Jemaah Haji Diwarnai Delay, Menhaj Beri Teguran ke Maskapai
Istimewa
bulat.co.id| Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengingatkan maskapai yang melayani pemulangan jemaah haji Indonesia agar menjaga ketepatan jadwal penerbangan dan menghindari keterlambatan selama fase kepulangan dari Arab Saudi.


Peringatan tersebut disampaikan saat Menteri Haji dan Umrah melepas keberangkatan jemaah asal Gowa, Sulawesi Selatan, dan Magetan, Jawa Timur, di Bandara Jeddah, Arab Saudi, Jumat (5/6/2026) malam.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah sebelumnya telah memberikan teguran kepada maskapai yang mengalami keterlambatan penerbangan.


Meski demikian, Irfan Yusuf tidak menyebutkan secara spesifik maskapai yang dimaksud. Ia menegaskan pentingnya menjaga On Time Performance (OTP) atau ketepatan waktu penerbangan demi kenyamanan jemaah.


Berdasarkan laporan yang diterimanya, keterlambatan terjadi akibat tingginya aktivitas dan kepadatan di bandara selama masa pemulangan jemaah haji. Namun, menurutnya kondisi tersebut seharusnya sudah dapat diperkirakan sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal oleh pihak maskapai.


Ia menyebutkan bahwa setelah mendapat teguran, maskapai terkait telah melakukan sejumlah perbaikan sehingga kondisi operasional penerbangan kembali membaik. Meski demikian, pemerintah tetap meminta seluruh maskapai yang terlibat dalam proses pemulangan jemaah untuk memastikan keterlambatan serupa tidak kembali terjadi hingga akhir musim haji.


Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, juga menyampaikan teguran kepada salah satu maskapai yang dilaporkan mengalami keterlambatan penerbangan. Informasi yang diterimanya menunjukkan bahwa penundaan keberangkatan dipicu oleh kepadatan di bandara.


Kementerian Haji dan Umrah turut mendorong maskapai memberikan bentuk tanggung jawab kepada jemaah apabila terjadi keterlambatan, seperti penyediaan makanan maupun kompensasi lain yang dapat menjaga kenyamanan dan keamanan para jemaah selama menunggu keberangkatan.

Penulis
: Rahman
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru