bulat.co.id, TAPSEL - Pemkab
Tapanuli Selatan (Tapsel), meluncurkan Integrasi Layanan Primer (ILP) di UPT Puskesmas Hutaraja, dan Pustu Manompas, yang dilaksanakan di Aula Puskesmas Hutaraja, Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapsel, Selasa (19/5/2026)
Giat tersebut dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Tapsel, H Jafar Syahbuddin Ritonga, bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan warga, sampai ke tingkat desa.
Wabup H Jafar dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi ke seluruh pihak yang telah berkontribusi mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Tapsel, termasuk mitra pembangunan dan tenaga kesehatan dilapangan. Dan, pelayanan kesehatan harus semakin mudah diakses warga, terlebih dengan kebijakan pelayanan kesehatan gratis, menggunakan KTP yang kini telah berjalan.
"Pelayanan kesehatan harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Dengan adanya Integrasi Layanan Primer ini, kita berharap pelayanan menjadi lebih cepat, lebih dekat, dan mampu mencegah persoalan kesehatan sejak dini," ujarnya
H Jafar juga menyoroti pentingnya penguatan sistem pelayanan kesehatan, menyusul berbagai kasus kesehatan yang sempat menjadi perhatian publik. Pemda tidak tinggal diam, dan terus melakukan evaluasi serta penanganan melalui penurunan tim medis dan peningkatan layanan di fasilitas kesehatan.
Diharapkannya ILP menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis promotif dan preventif, sehingga warga tidak hanya datang berobat ketika sakit, tetapi mampu menjaga kesehatan sejak awal melalui deteksi dini.
Sedangkan, Kadis Kesehatan Kabupaten Tapsel, dr Sri Khairunnisa menyebutkan, bahwa Integrasi Layanan Primer merupakan program Kemenkes yang berfokus pada pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup, mulai dari masa kehamilan, bayi, remaja, dewasa hingga lanjut usia.
"Melalui ILP ini, pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan di puskesmas, tetapi juga menjangkau masyarakat melalui kader kesehatan yang telah dilatih melakukan deteksi dini penyakit," sebutnya.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyematan pin kepada 25 kader kesehatan terlatih yang telah memiliki berbagai kompetensi dasar, termasuk pengukuran tekanan darah, edukasi kesehatan, serta deteksi awal penyakit tidak menular.
dr Sri Khairunnisa menambahkan, Puskesmas Batang Toru dan Puskesmas Muara Batangtoru menjadi contoh pengembangan ILP di Tapsel, karena mendapatkan dukungan fasilitas, dan pendampingan program kesehatan dari mitra pembangunan.
Perwakilan PT Agincourt Resources melalui Manager Community Development, Rohani Simbolon menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui program pemberdayaan kader dan penguatan pelayanan kesehatan primer.
"Kiranya program ini terus berjalan walaupun tanpa pendampingan intensif sebab infrastruktur pelatihan dan kompetensi sudah terbentuk," sebutnya
Sementara Ka UPT Puskesmas Hutaraja, Nelly Aritonang dalam laporannya menyampaikan, bahwa pelaksanaan ILP sekaligus menjadi momentum penguatan peran kader kesehatan, di Kecamatan Muara Batangtoru. Dari hasil pelatihan, sejumlah kader berhasil mencapai jenjang kader purwa, madya hingga kader utama.
Diharapkan keberadaan Integrasi Layanan Primer mampu mendekatkan akses pelayanan kesehatan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara nyata di wilayah Tapsel.
Turut hadir, Camat Muara Batangtoru, Sekcam,
Forkopimcam, Kades dan Lurah se-Kecamatan Muara Batangtoru, para tokoh agama, masyarakat,
serta para kader kesehatan.