bulat.co.id,TAPSEL - Bupati
Tapanuli Selatan (Tapsel), H
Gus Irawan Pasaribu membuka Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bakal Calon
Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Medan, Senin (13/7/2026)
H Gus Irawan dalam sambutannya menegaskan, bahwa diklat tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi penting dalam mencetak pemimpin pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas sekolah di Tapsel.
Dan, Kepala Sekolah (Kasek) merupakan seorang pemimpin yang harus memiliki Kemampuan Kepemimpinan (Leadership), manajerial, serta mampu mengelola seluruh sumber daya yang ada di sekolah secara efektif. Dimana Kita sedang mempersiapkan generasi yang kelak akan mengisi Indonesia Emas 2045. Hal ini menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan
H Gus Irawan juga mengajak seluruh peserta mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi paling berharga bagi kemajuan daerah.
"Di institusi manapun, aset yang paling bernilai adalah manusianya. Teknologi boleh semakin maju, tetapi manusialah yang tetap menjadi penggeraknya," ungkapnya.
H Gus Irawan turut membagikan pengalamannya saat menyelenggarakan Diklat Manajemen Risiko bagi aparatur Pemkab Tapsel. Ia bahkan meminta hasil pre-test dan post-test setiap peserta dilaporkan sebagai bentuk evaluasi keseriusan mengikuti pelatihan.
"Kita ingin melihat siapa yang benar-benar belajar dan berkembang. Kesungguhan akan menentukan kualitas seseorang," tuturnya.
H Gus Irawan menegaskan bahwa proses seleksi peserta Diklat BCKS berlangsung secara objektif melalui sistem berbasis teknologi tanpa intervensi pihak manapun.
"Peserta disini lulus karena kemampuan sendiri, sistem yang menilai, bukan orang. Karena itu manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Sementara Ka BBGTK Sumut Yusuf menyampaikan bahwa, Diklat BCKS merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk memastikan setiap Kasek memiliki kompetensi sesuai standar nasional.
Yusuf mengapresiasi komitmen Pemkab Tapsel yang terus memberikan perhatian besar, terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan.
"Komitmen Bupati Tapsel terhadap peningkatan kualitas SDM sangat luar biasa. Ini menjadi modal penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas," ujarnya.
Senada Kadis Pendidikan Tapsel, Efrida Yanti Pakpahan melaporkan bahwa, Diklat BCKS berlangsung selama 10 hari, mulai 13 hingga 22 Juli 2026, dengan peserta sebanyak 125 orang yang dibagi ke dalam empat kelas di BBGTK dan BPMP Sumut.
Dan, seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari APBD Kabupaten Tapsel, sebagai bentuk komitmen Pemda dalam meningkatkan kompetensi guru dan calon Kasek. Diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan pembelajaran secara maksimal hingga lulus dan siap menjadi kepala sekolah yang mampu meningkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing.
Pada akhir kegiatan pembukaan, dilakukan penyerahan piagam penghargaan dan cendera mata dari BBGTK Sumut kepada Bupati Tapsel, dan Kadis Pendidikan Tapsel.
Giat ini dihadiri Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Madya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr Hairun Nissa, Ka Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumut, Afrizal Sihotang, Ka BBGTK Sumut, Yusuf Kadis Pendidikan Tapsel, Efrida Yanti Pakpahan, Direktur Aksara Wiguna Mandiri People Development Ardi Junaidi, para fasilitator, narasumber, serta 125 peserta Diklat BCKS jenjang SD dan SMP Kabupaten Tapsel.