bulat.co.id|
Jakarta - Juru Bicara PDI Perjuangan (
PDIP), Ansy Lena, menanggapi rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (
Jokowi) yang dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah daerah pada Juni mendatang.
Menurut Ansy, agenda tersebut saat ini tidak lagi memiliki relevansi maupun urgensi bagi
PDIP. Ia justru menilai rencana kunjungan
Jokowi perlu mendapat perhatian dari partai-partai yang berada dalam barisan koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia berpandangan bahwa partai-partai pendukung pemerintah perlu memahami secara jelas tujuan dari kegiatan yang akan dilakukan
Jokowi, termasuk apakah kunjungan tersebut bertujuan memperkuat pemerintahan Presiden Prabowo atau sekadar berkaitan dengan kepentingan pribadi.
"Karena hari ini kita tahu bahwa Presidennya itu adalah Prabowo Subianto dan Presiden Prabowo itu ibarat matahari. Kalau dalam orkestrasi itu ibarat konduktor tunggal yang memimpin untuk menghasilkan sebuah harmoni yang sangat baik," ujarnya dalam acara Inside Politics di CNN Indonesia, Selasa (2/6).
Ansy juga mengingatkan agar aktivitas tersebut tidak menimbulkan dampak negatif terhadap soliditas pemerintahan, khususnya di lingkungan Kabinet Merah Putih. Menurutnya, pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini sedang berada dalam periode penting menjelang dua tahun masa kepemimpinan.
"Apakah memberikan kontribusi dan juga nilai tambah bagi kerja ataupun kinerja kabinet Presiden Prabowo Subianto atau justru yang dilakukan ini bisa mengganggu harmoni, konsolidasi internal pemerintah dan juga soliditas dan fokus kerja Presiden Prabowo Subianto," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ansy mengajak seluruh partai politik, terutama yang tergabung dalam koalisi pemerintahan, untuk memusatkan perhatian pada penyelesaian persoalan masyarakat. Ia menekankan bahwa yang dibutuhkan rakyat saat ini bukan sekadar kunjungan ke daerah, melainkan kebijakan dan kerja nyata yang mampu menjawab kebutuhan mereka.
Menurutnya energi bangsa hari ini perlu didedikasikan untuk bekerja dalam menjawab persoalan dan kebutuhan rakyat.
Ansy juga mendorong seluruh partai politik untuk mendukung dan menyukseskan agenda pemerintahan Presiden Prabowo. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesatuan arah politik di dalam koalisi agar tidak terjadi tumpang tindih kepentingan.
"Ingat, tidak boleh ada matahari yang lebih dari satu. Semuanya harus fokus. Kita bisa bayangkan kalau ada sepuluh parpol pendukung pemerintah dan masing-masing parpol punya agendanya. Kita bisa pastikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini pasti tidak akan berhasil," katanya.
Sementara itu,
Jokowi sebelumnya telah menyampaikan bahwa kondisi kesehatannya berangsur pulih dan siap kembali melakukan kegiatan di tengah masyarakat. Bahkan, ia menyebut kesehatannya telah kembali normal sepenuhnya.
Dalam berbagai kunjungan yang akan dilakukan ke depan,
Jokowi mengatakan dirinya ingin lebih banyak berinteraksi langsung dengan warga sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat. Ia juga mengaku telah menerima banyak undangan dari berbagai daerah dan kini siap memenuhi ajakan tersebut.