Bakom RI Sebut Agenda Kenegaraan Prabowo yang Diumumkan Hanya ke Perancis

Rahman - Senin, 01 Juni 2026 10:29 WIB
Bakom RI Sebut Agenda Kenegaraan Prabowo yang Diumumkan Hanya ke Perancis
Istimewa
Prabowo Subianto tiba di Istana Elysee, Paris, Prancis, dalam rangka kunjungan kenegaraan pada Kamis, 28 Mei 2026 sore waktu setempa
bulat.co.id| JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari, membantah anggapan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki agenda kunjungan resmi ke Italia. Ia menegaskan, sejak awal pemerintah hanya mengumumkan lawatan Presiden ke Perancis.


Pernyataan tersebut disampaikan Qodari saat memberikan keterangan kepada media di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).


"Sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Perancis," ujar Qodari.


Ia menjelaskan, setiap rencana perjalanan Presiden ke luar negeri baru dapat dianggap sebagai agenda resmi apabila telah diumumkan secara langsung oleh pemerintah. Karena itu, berbagai informasi yang berkembang terkait tujuan negara lain belum dapat dipastikan sebelum ada penyampaian resmi.


"Yang ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," sambungnya.


Qodari juga mengingatkan bahwa rencana kunjungan Prabowo ke Perancis sebelumnya telah disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono. Menurutnya, informasi tersebut dapat ditelusuri kembali dalam pernyataan resmi yang pernah disampaikan kepada publik.


"Kalau teman-teman membuka file ke belakang, sudah dinyatakan oleh Pak Sugiono dan waktu itu beliau mengatakan dalam kutipan langsung, dan juga ada rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Perancis dalam waktu dekat," ucap Qodari.


Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah agenda strategis yang menjadi fokus pembahasan Indonesia dan Perancis. Salah satunya menyangkut kerja sama pertahanan, terutama terkait penguasaan teknologi atas alutsista yang telah dibeli Indonesia dari negara tersebut.


"Karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut," kata Qodari.


Selain sektor pertahanan, kedua negara juga mendorong penguatan kerja sama pendidikan, khususnya pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).


Menurut Qodari, kemitraan yang dibangun tidak berhenti pada aspek pengadaan atau pembelian, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kapasitas melalui alih teknologi. Di samping itu, hubungan baik yang terjalin antara Presiden Prabowo dan Presiden Perancis dinilai menjadi nilai tambah dalam mempererat hubungan bilateral.


"Di luar itu dapat ditambahkan bahwa memang kita semua mengetahui bahwa ada hubungan personal yang sangat kuat antara kedua kepala negara, dan kita tahu bahwa modal sosial itu tidak kalah pentingnya," imbuhnya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kompas.com, kunjungan Presiden ke Perancis merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan kerja sama kedua negara di sejumlah bidang strategis, mulai dari pertahanan hingga pendidikan.

Penulis
: Rahman
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru