Dosen Universitas Samudra Terapkan Teknologi Sederhana untuk Air Bersih Pascabanjir di Aceh Tamiang

Rahman - Minggu, 12 April 2026 23:37 WIB
Dosen Universitas Samudra Terapkan Teknologi Sederhana untuk Air Bersih Pascabanjir di Aceh Tamiang
Foto: penerapan teknologi sederhana berbasis pendekatan kimia lingkungan, Rabu (25/2/2026).
bulat.co.id - Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun 2026 yang digagas dosen Universitas Samudra menghadirkan solusi cepat bagi krisis air bersih pascabanjir di Desa Geudham, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan yang dipimpin oleh Cyndi Prasetya, S.Pd., M.Pd., selaku dosen Pendidikan Kimia, bersama tiga mahasiswa ini berfokus pada rehabilitasi sanitasi dan penyediaan air bersih melalui penerapan teknologi sederhana berbasis pendekatan kimia lingkungan.

Program tersebut dilaksanakan di meunasah Desa Geudham melalui sosialisasi dan penyerahan alat pada 23 Februari 2026 serta penerapan teknologi pada 25 Februari 2026.

Sebagai informasi, program ini didanai oleh DIPA Universitas Samudra Nomor SP DIPA-139.03.2.693429/2026 Tahun Anggaran 2026 dengan nomor kontrak 63/DST/UN54.6/PM.01.02/2026.

Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Universitas Samudra atas kesempatan dan dukungan pendanaan sehingga kegiatan tanggap darurat ini dapat terlaksana secara optimal untuk membantu masyarakat terdampak.


Pasca-surutnya banjir, lumpuhnya layanan PDAM dan tercemarnya sumur warga oleh endapan lumpur menyebabkan krisis air bersih. Tim pengabdian kemudian menghadirkan unit instalasi air bersih berupa tandon air, mesin pompa, serta instalasi pipa. Selain itu, dilakukan rehabilitasi kimiawi sumur menggunakan kaporit dan tawas dengan takaran aman, serta penyaluran paket hygiene berupa sabun mandi dan deterjen. Edukasi juga diberikan agar masyarakat memahami teknik sederhana penjernihan air secara terukur.

"Kegiatan ini bertujuan mempercepat pemulihan sanitasi masyarakat dengan teknologi sederhana yang aman secara kimiawi. Kami berharap warga dapat menerapkan penjernihan air secara mandiri sehingga risiko penyakit pascabanjir dapat ditekan," ujar Cyndi Prasetya, S.Pd., M.Pd. kepada media ini.

Program ini turut disambut baik oleh perangkat Desa Geudham, karena dinilai dapat membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih secara cepat dalam kondisi kesulitan air pasca bencana.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Samudra dan tim pelaksana yang telah membantu masyarakat melalui penyediaan air bersih, rehabilitasi sumur, dan edukasi sanitasi yang sangat bermanfaat bagi warga," ungkap Sri Susilawati salah seorang Perangkat Desa Geudham.

Melalui program ini, diharapkan pemulihan sanitasi berjalan lebih cepat sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat Desa Geudham dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Penulis
: Rahman
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru