bulat.co.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan impor telur pada Januari 2023 dibandingkan Januari 2022. Catatan ini terjadi di tengah munculnya isu harga telur peternak tengah turun.
Berdasarkan data impor komoditas pangan tertentu, impor telur unggas pada Januari 2023 sebanyak 165,69 ribu kilogram. Angka itu naik sebesar 118,46% dibanding catatan Januari 2022 sebanyak 75,84 ribu kilogram.
Baca Juga: Zulhas Waspadai Kenaikan Harga Pangan Menjelang Puasa
Kendati begitu, bila dibandingkan dengan volume impor telur unggas yang tercatat pada Desember 2022 sebesar 309,79 ribu kilogram, volume pada awal tahun ini turun sebesar 46,51%.
Mayoritas impor telur unggas itu Indonesia peroleh dari India sebanyak 165,67 ribu kilogram atau naik 120,61% dibanding Januari 2022, sedangkan dibanding Desember 2022 yang sebesar 309,55 ribu kilogram turun 46,48%.
Selanjutnya, dilansir dari CNBC Indonesia, Kamis (16/2/2023), tempat Indonesia mengimpor telur unggas pada Januari 2023 adalah Amerika Serikat sebanyak 23 kilogram. Turun 75% dari Januari 2022 yang sebanyak 92 kilogram, namun pada Desember 2022 tak ada impor dari negara itu.
Data impor telur unggas ini muncul disaat Komisi IV DPR tengah menelusuri turunnya harga telur ayam di tingkat peternak. Ketua Komisi IV DPR Sudin mengungkapkan salah satu sebabnya karena impor tepung telur merajalela.
"Saat ini banyak keluhan dari peternak telur harga jatuh. Pemerintahnya belum fokus ke telur ayam. Masih banyak tepung telur yang masuk," ungkap Sudin di Gedung Komisi IV DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/1/2023).
Menurut Sudin, tepung telur ini yang digunakan industri makanan di dalam negeri. Mereka lebih memilih untuk menggunakan tepung telur impor karena harga telur lokal berfluktuasi.
"Sebagian besar (digunakan) pabrik bakery (kue) pakai tepung telur bukan telur segar," sebutnya.
Sudin mengatakan pihaknya akan menelusuri terutama ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI). Apabila ini terus terjadi bukan tidak mungkin memukul para peternak ayam petelur lokal.
"Ini domain siapa apakah Kemendag dengan mengeluarkan SPI saja. Kalau tepung telur itu menguntungkan asing. Kita harus bina agar peternak kecil kita, agar harga telur kita tidak jatuh," jelasnya.