Viral di Media Sosial, Lapas Kelas II A Rantauprapat Diduga Kutip Tarif Hunian Kepada WBP

Teguh Adi Putra - Sabtu, 28 Februari 2026 15:53 WIB
Viral di Media Sosial, Lapas Kelas II A Rantauprapat Diduga Kutip Tarif Hunian Kepada WBP
Istimewa
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Rantauprapat
bulat.co.id - Labuhanbatu|Lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Rantauprapat beberapa hari lalu viral di media sosial facebook. Di kutip dari akun facebook Tabagsel Times berjudul "Tarif Hunian WBP Hingga 15 Juta, Kalapas Rantauprapat Belum Berikan Tanggapan" lapas kelas II A Rantauprapat dituding dengan dugaan membandrol sejumlah tarif kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk hunian.


Pada postingan tersebut Lapas kelas II A Rantauprapat yang baru ini menyabet penilaian sangat baik dalam penilaian opini pelayanan publik Ombudsman Republik Indonesia disebut mengenakan tarif yang bervariasi, mulai dari Aula yang dialihfungsikan menjadi hunian dan dibanderol sekitar Rp.500.000, hingga kamar umum yang dibanderol berkisar Rp.1.500.000 sampai dengan Rp.3.000.000.


Postingan tersebut sontak dibanjiri warga net dengan berbagai komentar. Postingan yang terbit dua hari lalu mendapatkan 308 respon netizen, 150 komentar, dan 35 kali dibagikan. Hampir seluruh komentar bersifat negatif meskipun akun media sosial Lapas Rantauprapat turut berkomentar dengan memberikan klarifikasi pada postingan tersebut.


Akun facebook bernama Sarlan Sarlan membenarkan dugaan hunian bertarif tersebut dengan menuliskan komentar "Berita ini 100% adanya." Selain itu ada juga warga net dengan nama akun Hifwan Sirait berkomentar menyampaikan pengalamannya selama menjadi WBP di Lapas kelas II A Rantauprapat.


"Betul sekali itu semuanya, saya sendiri pernah masuk penjara di Lapas Lobusona Rantau Prapat 3 kali, memang benar di Lapas itu kamar dijual belikan, buat kamar aula Rp 500,000 , KT Rp 1 jt kamar kecil Rp 5 JT, kamar narkoba Rp.500.000 depan kantin, blok tingkat 1 jt Rp.1.500.000. Pokoknya kamar semuanya bayar terkecuali blok B , itu pun blok bekas kamar mandi berbayar juga Rp 1 jt. Masuk jadi pekerja dapur Rp 2 jt. Pokok nya semuanya serba bayar, apa lagi harga makanan di kantin tak terhingga mahalnya, kalau tidak percaya para petugas dari menkumham survey aja sendiri, tapi jangan bocor kalau mau survey, lebih baik tanya langsung sama para narapidana yg ada didalam." tulis Hifwan Sirait pada kolom komentar postingan facebook Tabagsel Times.


Banyak lagi komentar negatif warga net yang ditulis pada kolom komentar, tetapi tidak satupun terlihat membantah dugaan tersebut terkecuali akun media sosial facebook bernama Lapas Kelas II A Rantauprapat.


Terpisah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) kelas II A Rantauprapat Khairul Bahri Siregar saat dikonfirmasi tatap muka oleh tim redaksi bulat.co.id mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan klarifikasi pada kolom komentar postingan tersebut.


"Bila abang lihat pada postingan tersebut, di situ telah kami berikan klarifikasi tanggapan, ada 3 point itu. Kalaupun ada penjelasan lain lagi, akan tetap seperti itu juga kami sampaikan." jawab Khairul, Sabtu (28/2/26) di ruang kerjanya.

Penulis
: Teguh Adi Putra
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru