bulat.co.id| Aceh Tamiang - Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak terdampak bencana banjir, kelompok 3 dan kelompok 6 KKN Kemanusiaan Kolaborasi Universitas Samudra, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menggelar kegiatan pendampingan psikososial pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di SD Negeri Raja Tuha Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten
Aceh Tamiang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemulihan pascabencana berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Kegiatan ini bertujuan membantu proses pemulihan psikologis atau trauma healing anak-anak pascabencana banjir. Pendampingan psikososial dilakukan melalui berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif, seperti senam bersama, permainan kelompok yang bersifat edukatif, serta sesi pembagian hadiah sebagai bentuk apresiasi dan penguatan motivasi siswa. Kegiatan tersebut diikuti oleh 144 siswa-siswi SD Negeri Raja Tuha yang berasal dari 6 kelas, dengan mahasiswa KKN Kemanusiaan bertindak sebagai pelaksana sekaligus fasilitator. Turut hadir dalam kegiatan ini dosen pembimbing lapangan kelompok 3 dan kelompok 6, Dr. Basyarudin Acha S.Pd., M.Pd., AIFO.
Melalui kegiatan ini, siswa-siswi tidak hanya mendapatkan pendampingan psikososial untuk memulihkan kondisi emosional pascabencana banjir, namun juga memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif. Kepala sekolah SD Negeri Raja Tuha, Wiwik Kalsum, S.Pd. menyambut baik kegiatan tersebut.
"Harapannya dari kegiatan ini anak-anak bisa segera pulih kemudian menghilangkan rasa trauma pasca banjir yang melanda desa kami. Kami berterima kasih pada kakak kakak KKN dari berbagai universitas sudah mau berkunjung dan mengadakan kegiatan disini," ujarnya.
Secara tidak langsung, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui upaya pemulihan kesehatan mental dan penciptaan lingkungan belajar yang ramah anak pascabencana.
Keterlibatan mahasiswa dan program KKN Kemanusiaan tidak hanya menjadi wujud pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga bentuk implementasi nilai kepedulian sosial dan pembangunan berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah terdampak bencana, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya anak-anak sebagai kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan pendampingan berkelanjutan.
Oleh: Anggita Rahma Novelina